SEJARAH SEKOLAH

Kami mendapatkan ijin penyelenggarakan pendidikan atau ijin operasional dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Wilayah Propinsi Jawa Tengah, pada tanggal 5 bulan Agustus tahun 1992, dengan Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) SORE HARI mulai Pukul 13.00 Wib sampai dengan 18.00 Wib. Lembaga pendidikan ini bernama Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata (SMIP) Jayawisata Semarang. Pada waktu itu SMIP Jayawisata Semarang hanya memiliki jurusan Perhotelan akan tetapi materi didalamnya ada unsur-unsur materi keperiwisataan meliputi : Geografi Keperiwisataan, Usaha Perjalanan Wisata serta ilmu keperiwisataan itu sendiri. Untuk materi atau pengetahuan perhotelan yang didapat meliputi Kantor Depan (Front Office), Tata Graha (Housekeeping), Tata Hidangan (Food and Beverage) serta Pelayanan Prima. Setelah muncul peraturan baru tentang perubahan nama lembaga pendidikan salah satunya adalah SMIP berubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Jayawisata Semarang dengan mengunakan kurikulum 1994 yang diperbaharui. Pada kurikulum 2004 jurusan perhotelan berubah nama Program Keahlian Akomodasi Perhotelan (APH) , ada beberapa sistem pengetahuan atau materi yang dihilangkan atau dijadikan satu mata pelajaran. Pada tahun 2008 perubahan nama Program Keahlian menjadi Kompetensi Keahlian karena kurikulum pada waktu itu kurikulum sekolah berbasis kompetensi, dimana yang diharapkan siswa lulus memiliki ketrampilan/kompetensi yang mumpuni sesuai kebutuhan perusahaan. Pada tahun 2011 SMK Jayawisata menambah Kompetensi Keahlian yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Kompetensi Keahlian TKJ sudah meluluskan siswa dan sudah terserap di Industri. Kini SMK Jayawisata Semarang memiliki 2 Kompetensi Keahlian yaitu Akomodasi Perhotelan (APH) dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) yang semua sudah terakreditasi. Demikian sekilas sejarah SMK Jayawisata Semarang, yang senantiasa mengikuti perkembangan jaman dan peningkatan kompetensi siswa untuk kebutuhan industri nasional sampai dengan internasional, dan tetap menanamkan keimanan beragama serta berbudi perkerti yang luhur sebagai dasar untuk menjadikan, membentuk manusia yang berkarakter.

This Post Has 12 Comments

  1. Pingback: dosing for priligy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *